NEWS INFO

Kembangkan Semangka, Pupuknya Buatan Sendiri
17-03-10

BERKAT keuletan dan ketekunan dalam mengelola kebun semangka menggunakan pupuk organik, Sudianto kini sudah bisa menikmati hasil panennya berkali-kali. Tak tanggung-tanggung, hari Sabtu (30/1) besok, rencananya Sudianto akan menerima penghargaan dari Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI atas keberhasilannya itu. Tetepi penghargaan itu didapat Surianto bukan karena hasil panen yang melimpah. Melainkan karena keberhasilannya menemukan pupuk organik yang kandungan mikorbanya lebih baik untuk pengembangan sektor pertanian.

“Pupuk organik yang saya gunakan selama ini untuk budidaya semangka dan tanaman lainnya merupakan pupuk cair. Hasilnya cukup lumayan,” terang Sudianto kemarin.

Dikatakan Sudianto, selama setahun ini dirinya bekerja sama dengan peneliti dari LIPI Bogor bernama Dr Anton guna melakukan penelitian terhadap pupuk yang dibuat dan dipakai untuk perkebunan Semangka, Jeruk, Mengkudu dan Rosela di lahan kebunnya. Dari hasil kajian dan penelitian LIPI, pupuk organik tersebut sangat cocok dan bisa dikembangkan lebih banyak lagi untuk kepentingan peningkatan produktifitas pertanian.

“Bahan pupuk organik ini semuanya ada di Malinau, formulanya kita buat sendiri,” terang Sudianto dan menyebutkan bahwa para peneliti LIPI sejak tahun 2007 lalu sudah sering ke Malinau.

Tetapi baru tahun 2009 kemarin sukses menemukan pupuk organik tersebut dan akhirnya menjadi mitra Sudianto selama satu tahun terakhir ini. Sudianto yang Jumat (29/1) hari ini akan bertolak ke LIPI Bogor guna menerima penghargaan langsung dari Menristek tersebut, kemarin telah menyerahkan hasil semangkanya seberat 10 kilogram kepada Camat Malinau Kota Makson Ssos MM. Oleh camat diserahkan lagi kepada Bupati Malinau, Dr Drs Marthin Billa MM sepulang memancing dan meresmikan kolam wisata Tunas Artha Kamis (28/1) sore kemarin sebagai bukti bahwa perkebunan sangat cocok dan bisa dikembangkan di
Malinau.

“Bagus, harus terus dikembangkan agar kebutuhan akan buah-buahan segar di kabupaten Malinau tidak lagi didatangkan dari luar daerah,” kata Bupati menyambut positif.(ida).

k